Rabu, 02 Desember 2015

Penjelasan Amitabha Sutra 35B



Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi
Bagian 35B

Yang keempat adalah Gamdhaprabhasa Buddha, mewakili Aliran Sukhavati, di dalam “Surangama Sutra Bab Bodhisattva Mahasthamaprapta Melafal Nama Buddha Dengan Sempurna Tanpa Rintangan”, ada tercantum kalimat “Kewibawaan Semerbak Cahaya”, ciri khas dari Alam Sukhavati yang ada di penjuru barat adalah cahaya cemerlang dan semerbak mustika, segala sesuatu yang ada di Alam Sukhavati, menebarkan semerbak keharuman. Alam Sukhavati merupakan tempat yang menebarkan semerbak keharuman menjangkau hingga di kejauhan, dunia yang penuh dengan kewibawaan semerbak cahaya.

Ketiga Buddha di atas menunjukkan pada kita Pintu Dharma untuk mengakhiri tumimbal lahir, bila benar-benar telah memahaminya, maka mengetahui bagaimana memilih Pintu Dharma yang hendak dipelajari.
     
Yang kelima adalah Maharciskamdha Buddha, mewakili bahwa Pintu Dharma yang sempurna ini diwariskan kepada insan yang berjodoh, memperoleh manfaat yang sesungguhnya. Meskipun terhadap orang yang tidak berjodoh juga harus menyebarluaskan padanya, andaikata pada masa kehidupan sekarang belum efektif, namun sekali sepatah Amituofo melewati telinga, maka selamanya akan menjadi benih vajra yang takkan musnah. Di dalam gudang kesadarannya (Alaya-vijnana) telah tertanam benih KeBuddhaan, meskipun melewati kalpa yang tak terhingga kemudian, juga pasti dapat terlahir ke Alam Sukhavati. 

Bertemu dengan siapapun, juga haruslah mewariskan padanya Dharma tertinggi yang tiada taranya ini, melafal Amituofo dengan mengeluarkan suara, sehingga setiap insan yang mendengarnya jadi memperoleh warisan Dharma tertinggi tiada taranya ini. Kita sekarang memiliki banyak stiker bertulisan Amituofo, mereka yang melihatnya jadi ikut melafal sepatah Amituofo, dengan demikian dia telah menanam benih KeBuddhaan.

Yang keenam adalah Ratnakusuma-sampuspitagatra Buddha, menggambarkan sebuah taman bunga yang luas, mengibaratkan Pintu Dharma yang dibabarkan Buddha adalah tak terhingga dan tanpa batas, dan semua Pintu Dharma ini telah tercakup seluruhnya di dalam sepatah Amituofo, tidak ada satupun yang ketinggalan.

Yang ketujuh adalah Salendraraja Buddha. Pohon Sala tumbuh di India, kuat dan kokoh, di sini melambangkan kesempurnaan yang kokoh, yakni KeBuddhaan. Sepatah Amituofo telah mencakup keseluruhan Pintu Dharma, baik itu adalah Aliran Dhyana, Tantra dan sebagainya, bahkan Aliran Theravada juga sudah tercakup di dalamnya. Melafal Amituofo merupakan samadhi menakjubkan yang mendalam tertinggi tiada taranya, bahkan juga merupakan Tantra yang mendalam, Amituofo berasal dari Bahasa Sanskrit dan belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin, maka itu Amituofo merupakan mantra Tantra tertinggi tiada taranya. Maka itu sepatah Amituofo telah mencakup seluruh pintu Dharma di dalamnya.

Yang kedelapan adalah Ratnorpalasri Buddha, melambangkan Sambhoga-kaya sempurna.

Yang kesembilan adalah Sarvarthadarsa Buddha, melambangkan tubuh jelmaan (Nirmana-kaya) yang banyak sekali.  

Yang kesepuluh adalah Sumerukalpa Buddha, mewakili Dharmakaya yang suci.

Tiga Buddha terakhir melambangkan Dharmakaya, Sambhoga-kaya dan Nirmana-kaya.

Buddha Sakyamuni membabarkan nama para Buddha mengandung makna yang mendalam.

Buddha menyelamatkan para makhluk, para makhluk menerima Ajaran Buddha ada yang sulit dan mudah, ada yang dangkal dan dalam, semua perbedaan ini terletak pada satu kata yakni “jodoh”. Buddha membabarkan Dharma dapat membangkitkan akar kebajikan masa lampau para makhluk. Bersamaan itu pula, cahaya cemerlang dan pemberkatan kekuatan tekad Buddha, dapat membuat pikiran menjadi terfokus, kebijaksanaan berkembang, sehingga Mara tidak memperoleh kesempatan membuat kekacauan.

Semua Buddha di sepuluh penjuru alam yang tak terhingga dan tanpa batas, tiada yang tidak memuji Alam Sukhavati, memuji jasa kebajikan yang tak terbayangkan ini. Jasa kebajikan yang tak terbayangkan ini, di dalam sutra ini disebutkan ada tiga hal yaitu : yang pertama adalah lingkungan Alam Sukhavati yang menakjubkan tak terbayangkan. Yang kedua adalah Buddha Amitabha dan penduduk Alam Sukhavati, memiliki pencapaian keberhasilan yang tak terbayangkan. yang ketiga adalah pembabaran Dharma yang tak terbayangkan.  

Manusia selalu memohon perlindungan dari Buddha dan Bodhisattva, andaikata kita membaca Amitabha Sutra, melatih diri sesuai dengan teori dan metode seperti yang tercantum di dalam sutra, maka pasti mendapat perlindungan dari semua Buddha.

Di segala penjuru alam kita, terdapat alam para Buddha yang tiada batasnya, ada orang merasa curiga, di semua arah ada tanah suci, jadi buat apa hanya memuji Alam Sukhavati saja? Sebenarnya meskipun setiap penjuru itu ada tanah suci, tetapi tidak sebanding dengan Alam Sukhavati, perbedaannya terletak pada tiga kondisi yang tak terbayangkan di atas, yakni lingkungan, prestasi penghuni dan pembabaran Dharma, yang sempurna. Ini tidak dimiliki oleh tanah suci lainnya.

Buddha Amitabha sangat berjodoh dengan para makhluk di sini, segala sesuatu adalah tergantung pada jodoh, bila tidak berjodoh meskipun saling bersua juga takkan saling mengenal. Para Buddha lainnya memiliki jodoh dengan dunia ini, namun tidak sedalam Buddha Amitabha yang begitu berjodoh dengan dunia ini. Maka itu kita lebih mudah memohon terlahir di Tanah Suci Sukhavati.

Bhagava Sakyamuni membabarkan di dalam sutra bahwa dunia ini muncul karena benih sebab dan faktor pendukung (jodoh), oleh karena adanya jodoh barulah muncul, demikian pula dengan hubungan antar manusia, jika orang itu amat berjodoh denganmu, maka anda akan menuruti dan percaya pada perkataannya.

Jodoh itu ada jodoh baik dan jodoh buruk, Buddha Dharma adalah jodoh baik, sedangkan pada jaman berakhirnya Dharma, akan muncul banyak praktisi gadungan yang menyamar jadi Buddha untuk mengelabui orang banyak. Di dalam Amitayurdhyana Sutra dan Sutra Usia Tanpa Batas ada disebutkan.

Pada jaman berakhirnya Dharma, bencana jadi hal yang umum, Mara semakin unjuk kekuatan, namun asalkan dapat menerima dan mengamalkan sesuai dengan Dharma, sehingga mencapai pencerahan, maka Mara juga tidak memperoleh kesempatan untuk membuat kekacauan.

Para Buddha Tathagata telah mencapai Dharmakaya nan sempurna, para Buddha telah mencapai penerangan sempurna, mengetahui bahwa alam semesta dan seluruh isinya merupakan satu kesatuan dengan diri sendiri. Ketika jodoh para makhluk sudah masak, maka Buddha segera datang menyelamatkannya.

Buddha Amitabha dan semua Buddha memiliki jodoh mendalam dengan para makhluk di dunia ini, menyebarluaskan Pintu Dharma ini, para makhluk berjodoh yang dapat menerima dan mengamalkannya, membangkitkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati. 
          
Dipetik dari : Buku Ceramah Master Chin Kung
Judul : Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi


佛說阿彌陀經要解講記
(三十五)

第四尊香光佛。代表淨宗,大勢至菩薩在圓通章中稱「香光莊嚴」,西方的特色是光明與寶香,任何物質皆放香氣。西方是寶香遠聞、香光莊嚴的世界。淨土宗是徑中徑又徑,乃是最捷徑。此三尊佛把圓滿的究竟了義顯示出來,如真明瞭,即知道如何去選擇法門。第五尊大燄肩佛,此名號前面解釋過,此處與前面不同。前面是代表自己權實兩種智慧的成就,應當擔負起如來家業。此處是圓滿的階段,表示以最殊勝的法門傳與大眾有緣人,得到真實受用。無緣之人亦要傳,如其今世不得受用,一歷耳根,永為道種,他阿賴耶識中有了阿彌陀佛名號種子,甚至於無量劫之後遇到緣,也能往生。遇對一切眾生必以無上頂法傳之,念佛念出聲音,令其聞之即傳與之。我們現在有許多阿彌陀佛貼紙,他人見到念一聲阿彌陀佛,他就種了成佛之因。第六尊雜色寶華嚴身佛,佛在世時講一生圓滿之經僅有華嚴經一部,以善財作修行的榜樣。善財菩薩一生圓滿實因普賢菩薩十大願王導歸極樂才能一生圓滿,「雜色寶華」形容一個大花園,比喻佛所說無量無邊的法門,無一漏失均包括其中。第七尊娑羅樹王佛。「娑羅樹」產在印度,非常堅固,此處代表圓滿證得究竟堅固,即圓教佛果,真正大法王,亦兼表密宗,說明淨密不二。淨與禪為不二法,一句「阿彌陀佛」即無上甚深微妙禪的境界,而且也是甚深之密,阿彌陀佛名號純粹是梵語,未翻成華語,是無上的密咒,大總持法門,包括一切大乘、禪宗、密宗、以及小乘,圓修圓證。第八尊寶華德佛,表圓滿報身。第九尊見一切義佛,表千百億化身。如金剛經所說如來五眼圓明,普應群機,即見一切義。第十尊如須彌山佛,表清淨法身,宇宙萬有的本體。末後這三尊佛表法身、報身、應化身,一體三身,與東方的三尊佛,前後呼應,前面東方提出的是我們嚮往祈求的,末後上方三尊佛是表我們想要親自證得的。世尊說出諸佛名號含義非常之深,暗示念佛人,從初發心到圓滿菩提,一生走的路程,經歷六個階段,應當如何遵照奉行。佛度眾生,眾生接受佛的教導有難易淺深之別,總在一個「緣」字。佛說法能啟發眾生過去善根,作增上緣。同時佛的光明與願力加持,能令心得定,智慧增長,魔不能得其便。

《解》此界非非想天之上。復有上界風輪。金輪。及三界等。重重無盡也。問。諸方必有淨土。何偏讚西方。答。此亦非善問。假使讚阿佛國。汝又疑偏東方。展轉戲論。問。何不遍緣法界。答有三義。令初機易標心故。阿彌本願勝故。佛與此土眾生偏有緣故。蓋佛度生。生受化。其間難易淺深。總在於緣。緣之所在。恩德弘深。種種教啟。能令歡喜信入。能令觸動宿種。能令魔障難遮。能令體性開發。諸佛本從法身垂跡。固結緣種。若世出世。悉不可思議。尊隆於教乘。舉揚於海會。沁入於苦海。慈契於寂光。所以萬德欽承。群靈拱極。當知佛種從緣起。緣即法界。一念一切念。一生一切生。一香一華。一聲一色。乃至受懺授記。摩頂垂手。十方三世。莫不遍融。故此增上緣因。名法界緣起。此正所謂遍緣法界者也。淺位人。便可決志專求。深位人。亦不必捨西方。而別求華藏。若謂西方是權。華藏是寶。西方小。華藏大者。全墮眾生遍計執情。以不達權實一體。大小無性故也。

十方世界無量無邊諸佛如來無一佛不讚歎西方極樂世界,稱讚不可思議功德,此不可思議功德,在本經中有三件事蹟可以提出,第一是西方世界依報環境不可思議。第二正報,彌陀與十方世界往生之人,其成就不可思議。第三說法不可思議。世人常希求佛菩薩保佑,我們若讀誦這部經,依照經典所說理論與方法修行,即決定得到一切諸佛之所護念。請再看大師的註解。

我們世界的上方,有重重無盡的諸佛世界,有人懷疑要問,一切諸方都有淨土,何偏讚西方?其實諸方雖有淨土,但比不上西方極樂世界,就是因為前面所提的三種情況,依報環境、大眾成就、與說法圓滿,為其他淨土所無。大師答的更妙:這人問的不高明,假使讚歎東方阿(音同觸ㄔㄨˋ)佛國,他又要問為什麼偏讚東方,這完全是戲論,不值一辯。又問:何不遍緣法界?大師答覆有三義:(一)遍緣法界,說的容易,作起來難,遍緣法界是用清淨心平等心,破一品無明見一分真性,圓初住菩薩的境界,凡夫作不到。心有分別執著就緣不到法界。初機學者帶業的眾生,煩惱未斷,為他指出一個方向,一個目標,他在修學方面就容易得心應手。(二)若單舉西方為初機易標心故,則以東南北方為目標亦無不可,何必一定要舉西方?所以第二個理由是阿彌陀佛本願勝故,彌陀為了接引眾生在因地時所發四十八願,超越其他諸佛之願,至為殊勝圓滿,所以特指西方。(三)阿彌陀佛與此土特別有緣,世出世間一切法均在緣上,若無緣彼此見面均不相識。十方諸佛不如阿彌陀佛與此土之緣來得殊勝。所以我們求生西方淨土就比較容易。世尊在大乘經中講,世界是緣生,因緣生法,人與人亦皆如此,某人與你特別有緣,你說話他就相信。緣有善緣與惡緣,佛法是善緣,而末法時期,佛教徒有很多藉佛騙人。在觀經與無量壽經中多有述及。不但佛教,基督教亦謂時值末代,災禍頻仍,魔偽時現,所見略同。果能依教奉行,能令本性開悟,魔障不得其便。諸佛如來證得圓滿法身,法身為宇宙萬有的本體,諸佛覺悟,知道盡虛空遍法界與自己是一體,謂之「固結緣種」。既為一體,必予照顧。眾生的緣成熟了,佛即來度。「尊隆於教乘」,「教」是十二分教,「乘」是三乘佛法,此經在一切經教中最為隆重。「舉揚於海會」,盡虛空遍法界一切諸佛講經道場沒有不講阿彌陀經的。「沁入於苦海」,「苦海」指六道,阿彌陀佛及一切諸佛與此土緣深,宣揚此法門,眾生都能深信不疑,發願求生。「慈契於寂光」,「慈」是慈悲,諸佛介紹此凡夫成佛的法門,慈悲到了極處,大乘經講菩薩成佛,聲聞緣覺不能成佛,人天更沒份兒。這法門從阿鼻地獄到常寂光是通的,一下就提升到寂光圓滿佛果,此大乘之大乘,了義之了義。「所以萬德欽承,群靈拱極」,「萬德」指諸佛,十方一切諸佛皆敬重承事。「群靈」指西方諸上善人,亦可解釋為十方無量菩薩,皆接受阿彌陀佛的教誨。「佛種從緣起,緣即法界」,「遍緣法界」是圓初住以上法身大士才能作到,他要具備平等心清淨心,才能遍緣。淨宗的理論與方法與清淨平等暗合,一心念佛求生淨土,一心即清淨平等,無分別、無執著、無界限。「一生一切生」,生到西方淨土就是生到十方一切剎土,一香一華,一聲一色,乃至受懺授記,摩頂垂手,起心動念,沒有一樣無不遍融,此是常住真心。我們的心是妄心,而未常住,所謂心猿意馬。用念佛的方法達到這種境界,使真心本性時時刻刻現前,念佛方法絕不能小看。真正發願求生淨土的人,他就是「遍緣法界」。「淺位人」指無工夫之人,是煩惱重、業障深的,沒有力量靠自己了生死出三界,應下決心專求往生西方。「深位人」有功夫,能斷煩惱,了生死,出三界,證菩提,也不必繞圈子捨西方而先求入華藏。等生到華藏世界,見到普賢菩薩,還要靠十大願王導歸極樂。


文摘恭錄 佛說阿彌陀經要解講記
淨空法師講述

                    


Penjelasan Amitabha Sutra 35A



Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi
Bagian 35A

Bait Sutra :


          shè     lì        fó                shàng fāng   shì      jiè              
                                                           

yǒu    fàn     yīn     fó                xiù     wáng  fó       xiāng         
                              宿            佛、 

shàng fó                xiāng guāng fó       dà      yàn    jiān   
                              佛、                   

fó                zá       sè       bǎo    huā    yán   shēn    fó
                                                     

suō    luó     shù     wáng  fó                 bǎo   huā    dé     
                                               

fó                jiàn      yí      qiè     yì       fó               rú
                                               

xū      mí      shān   fó                rú       shì     děng  héng
                                                     

hé      shā     shù     zhū    fó                 gè      yú      qí
                                               

guó             chū    guǎng cháng shé     xiàng           biàn
                                               

fù       sān     qiān   dà      qiān   shì      jiè               shuō
                                               

chéng shí      yán            
                       

          rǔ      děng  zhòng shēng dāng  xìn     shì      chēng
                                                 

zàn     bù      kě      sī        yì       gōng  dé      yí       qiè
                                               

zhū    fó       suǒ     hù      niàn   jīng                                
                                               

Di penjuru atas ada Brahmaghosa Buddha, Naksatraraja Buddha, Gamdhottama Buddha, Gamdhaprabhasa Buddha, Maharciskamdha Buddha, Ratnakusuma-sampuspitagatra Buddha, Salendraraja Buddha, Ratnorpalasri Buddha, Sarvarthadarsa Buddha, Sumerukalpa Buddha, dan para Buddha yang jumlahnya bagaikan butiran pasir di Sungai Gangga, masing-masing Buddha berada di NegeriNya sendiri, dengan lidah fasih yang tak terhingga membabarkan Dharma ini, memenuhi tiga ribu maha ribu dunia, menghendaki supaya para makhluk dapat meyakini beragam jasa kebajikan yang tak terbayangkan dari Alam Sukhavati dan sutra yang dilindungi oleh semua Buddha.




Penjelasan :
Di penjuru atas terdapat urutan sepuluh nama Buddha, angka 10 melambangkan sempurna, yakni sempurna dalam pemahaman dan pengamalan, dalam satu kelahiran mencapai KeBuddhaan, sebagai hasil akhirnya.

Saya sendiri menghabiskan waktu selama lebih dari 40 tahun, barulah menyadari nilai dari Ajaran Tanah Suci, sungguh tidak mudah, ada orang yang berkesempatan bertemu dengan Ajaran Sukhavati, tetapi malah melewatkannya begitu saja, sungguh disayangkan!

Nama Buddha di urutan pertama adalah Brahmaghosa Buddha, “Brahmaghosa” bermakna membabarkan Dharma dengan suci. Diantara para Buddha di enam penjuru, dengan penjuru Timur sebagai dasar belajar, mempelajari intisari ajaran. Penjuru Selatan mencerminkan kebijaksanaan dari Pintu Dharma ini, oleh karena memiliki kebijaksanaan besar barulah memilih Pintu Dharma ini.

Penjuru Barat mendukung kita menimbun berkah, melafal Amituofo adalah menjadikan berkah kebajikan yang ditimbun Buddha Amitabha selama berkalpa-kalpa menjadi berkah kebajikan diri sendiri. Di dalam sepatah Amituofo mengandung keyakinan, tekad dan pengamalan, inilah yang disebut dengan terjalin. Dengan adanya berkah kebajikan barulah kita mampu memikul tanggung jawab menjalankan karir Tathagata yakni mengajari dan menyelamatkan para makhluk.

Sampai di penjuru bawah, mengemban misi menyebarluaskan Buddha Dharma, hingga di penjuru atas menjadi sempurna.

Di penjuru atas, nama Buddha yang berada di urutan pertama mengandung makna membabarkan Dharma dengan suci, andaikata di dalam memberi ceramah masih mengandung keuntungan dan ketenaran, maka ini yang disebut tidak suci. Setelah melakukan kebajikan yang bermanfaat bagi orang banyak, sepatutnya di  dalam hati senantiasa suci bersih, takkan ternodakan meskipun oleh setitik debu.   

Sutra Intan menyebutkan : “Bila Bodhisattva masih melekat pada adanya aku, orang lain, makhluk lainnya dan kehidupan, maka ini bukanlah disebut Bodhisattva”. Ini merupakan pembabaran dari separuh bagian awal Sutra Intan, sedangkan separuh bagian akhirnya membahas tentang “niat pikiran”. Melakukan semua kebajikan dan tidak menaruhnya di dalam hati.

Yang kedua adalah Naksatraraja Buddha, melambangkan Pintu Dharma Pelafalan Amituofo adalah Ajaran Mahayana terunggul yang dibabarkan oleh Buddha, yang paling praktis dan mudah, tertinggi tiada taranya.

Yang ketiga adalah Gamdhottama Buddha, mewakili Aliran Dhyana.

Dipetik dari : Buku Ceramah Master Chin Kung
Judul : Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi


佛說阿彌陀經要解講記
(三十五)

《經》舍利弗。上方世界。有梵音佛。宿王佛。香上佛。香光佛。大燄肩佛。雜色寶華嚴身佛。娑羅樹王佛。寶華德佛。見一切義佛。如須彌山佛。如是等。恆河沙數諸佛。各於其國。出廣長舌相。遍覆三千大千世界。論誠實言。汝等眾生。當信是。稱讚不可思議功德。一切諸佛所護念經。

上方說了十尊佛的名號,「十」代表大圓滿,覺行圓滿,一生成佛,作為總結。我搞四十多年才認識淨土的價值,實在不容易,有人遇到,當面錯過,頗為可惜。第一尊梵音佛。「梵音」是說法清淨,六方佛之東方是修學基本的態度,希求的目標以及修行方法的綱領。南方顯示此法門依心性本具的智慧,有大智慧方能選擇這個法門。西方令我們修福,念佛是把彌陀多劫修的福德變成我們自己的福德。一句佛號中有真信、切願、持名,一而三,三而一,謂之相應。福慧成就擔負起如來教化眾生的事業,到了下方普遍推廣教化事業,以至於上方的究竟圓滿。第一尊說法清淨,如說法中還有名聞利養,就不清淨。作了許多利益眾生之事,而心中乾乾淨淨一點沒有染著。金剛經說:「若菩薩有我相人相眾生相壽者相,即非菩薩。」這是金剛經前半部的開示。後半部更說到「我見」,「見」是念頭,作一切善行而心中若無其事。第二尊宿王佛,「宿」音秀,星宿為夜間所看到的星群,其中最大的星球是月亮,代表佛所講最殊勝的大乘法,無上道的捷徑。第三尊香上佛,代表大乘法之捷徑,即禪宗,在六祖壇經之懺悔品第五即傳授禪宗修學的方法,五分法身香,戒香、定香、慧香、解脫香、解脫知見香。禪宗是大乘之大乘,代表近路中之近路。

符按:上文內提及五分法身香,全文載在六祖壇經之懺悔品第五,茲抄錄原文一段,以供參考。

時大師見廣韶洎四方士庶駢集山中聽法。於是陞座告眾曰:來,諸善知識。此事須從自性中起。於一切時,念念自淨其心,自修其行,見自己法身,見自心佛,自度自戒,始得不假到此。既從遠來,一會於此,皆共有緣,今可各各胡跪。先為傳自性五分法身香,次授無相懺悔,眾胡跪。

師曰:一、戒香。即自心中,無非,無惡,無嫉妒,無貪瞋,無劫害。名戒香。

二、定香。即親諸善惡境相,自心不亂。名定香。

三、慧香。自心無礙,常以智慧觀照自性,不造諸惡。雖修眾善,心不執著,敬上念下,矜恤孤貧。名慧香。

四、解脫香。即自心無所攀緣。不思善,不思惡,自在無礙。名解脫香。

五、解脫知見香。自心既無所攀緣善惡。不可沈空守寂。即須廣學多聞,識自本心,達諸佛理,和光接物,無我無人,直至菩提,真性不易。名解脫知見香。

善知識,此香各自內薰,莫向外覓。今與汝等授無相懺悔,滅三世罪,令得三業清淨。


文摘恭錄 佛說阿彌陀經要解講記
淨空法師講述