Senin, 02 November 2015

Penjelasan Amitabha Sutra 22



Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi
Bagian 22

Bait Sutra :

           shè    lì       fó       ā       mí      tuó     fó       chéng
                  弗。                               

fó       yǐ       lái               yú      jīn      shí      jié                        
                                                           
Sariputra, Buddha Amitabha mencapai KeBuddhaan sudah sejak 10 kalpa yang lampau.

Penjelasan :
Bagi Alam Sukhavati, 10 kalpa termasuk waktu yang begitu singkat, ada keberhasilan yang tak terhingga, tanpa batas dan tak terbayangkan, hanya kewibawaan lingkungannya saja sudah tak terbilangkan lagi, para makhluk yang terlahir dengan membawa serta karmanya, semuanya ini dapat mencapai tingkatan calon Buddha, sungguh tak terbayangkan.  

Buddha Amitabha mencapai KeBuddhaan sudah sejak 10 kalpa yang lalu. Menurut terjemahan versi Master Tripitaka Hsuan-tsang, beliau menerjemahkannya sebagai 10 kalpa besar. (Amitabha Sutra ada dua versi terjemahan, yang satu dari Master Tripitaka Kumarajiva, yang satunya lagi adalah versi terjemahan Master Tripitaka Hsuan-tsang, pada umumnya yang digunakan adalah versi terjemahan Master Kumarajiva).
Buddha Sakyamuni menampilkan pencapaian KeBuddhaan di dunia ini, menurut Avatamsaka Sutra, sebenarnya Bhagava sejak kalpa-kalpa yang lampau sudah mencapai KeBuddhaan. Di dalam Brahmajala-sutra disebutkan bahwa Buddha Sakyamuni menampilkan pencapaian KeBuddhaan di dunia ini adalah merupakan kali ke delapan ribu.

Buddha Amitabha memiliki usia tanpa batas, 10 kalpa bagiNya masih terlalu dini, masa pembabaran DharmaNya masih amat panjang sekali, hari ini apabila kita terlahir di Alam Sukhavati, maka kelak kita akan jadi senior, maka itu Master Ou Yi menasehati agar seluruh makhluk di Triloka segera membangkitkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati, memiliki usia serupa dengan Buddha Amitabha, mencapai keberhasilan dalam satu kelahiran. Bersamaan itu pula para Buddha di sepuluh penjuru juga memberi nasehat yang senada menasehati kita semuanya.

Sekarang kita telah menanam benih KeBuddhaan, kelak kita pasti akan sampai di Alam Sukhavati, jangan ada keraguan, juga senantiasa mawas diri, jangan gegabah, bila tidak melatih diri dengan serius, begitu kehilangan tubuh manusia, kelak ketika bertemu kembali dengan Pintu Dharma ini, untuk bisa meyakini lagi adalah hal yang sulit dikatakan.

Dipetik dari : Buku Ceramah Master Chin Kung
Judul : Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi



佛說阿彌陀經要解講記
(二十二)

《經》舍利弗。阿彌陀佛成佛已來。於今十劫。

《解》此明極樂世界教主成就也。然法身無成無不成。不應論劫。報身因圓果滿名成。應身為物示生名成。皆可論劫。又。法身因修德顯。亦可論成論劫。報身別無新得。應身如月印川。亦無成不成。不應論劫。

就西方世界言,十劫很短,有無量無邊不可思議的成就,依正莊嚴不必說,十方世界帶業往生之人皆能證到等覺菩薩之果位,實在不可思議。法身是無始無終,什麼都加不上,乃真如本性之本體,無成無不成。「報身因圓果滿名成」,人我、法我兩種執著皆盡,三種煩惱,見思塵沙無明,也斷盡,圓教佛果亦滿,故名成就,成就指成佛而言。「應身為物示生名成,皆可論劫」,「物」字指九法界一切眾生,為九法界一切眾生示現出生,應身的壽命是因眾生之緣而建立,緣盡了佛就示現滅度,他的壽命可以用數量來說,圓人說法,無法不圓。所謂圓是對於事實真相圓滿的了解,所以他無論怎麼說法,所說的都是事實真相。法身誰都有,如未修德,法身不能現前,大乘經說,破一分無明,證一分法身。也可以說成或說時間,前面是依性體而說,此處是從修成而說。報身也是本有的,報身是無量的智慧與德能,本性中具足的,無所謂成與不成。應身是水月道場夢中佛事,「如月印川」,即水中月,不是真實的。與前面所講恰好相反,前面是從事上論三身,此處是由理上論三身。

《解》但諸佛成道。各有本跡。本地並不可測。且約極樂示成之跡而言。即是三身。一成一切成。亦是非成非不成而論成也。又。佛壽無量。今僅十劫。則現在說法。時正未央。普勸三世眾生。速求往生。同佛壽命。一生成辦也。又。下文無數聲聞菩薩。及與補處。皆十劫所成就。正顯十方三世。往生不退者。多且易也。

阿彌陀佛成佛以來,已經十劫。依玄奘譯本為十大劫,十方諸佛成道皆有本,皆有跡。「本」是他最初證果,「跡」是講他度化眾生示現出生為跡。例如釋迦佛在三千年前降生在印度示現成佛為跡,那些夜睹明星悟道成佛是表演的,不是真的。法華經上說,他是久遠劫前已經成佛。梵網經說,他到此世示現成佛是第八千次,故其本實不可思議,無法揣測。阿彌陀佛亦如此,在西方世界成佛也是示現出生。若論其本,佛在法華經說過,無量劫前,他與阿彌陀佛是同參道友,是兄弟。阿彌陀佛在西方示現成佛才十劫,此是阿彌陀佛的跡。不是阿彌陀佛的本,本焉有涅槃。在西方世界是應身,他的願力宏深不可思議,能住世時間如此之長亦不可思議。我們到西方修行成佛是本,阿彌陀佛示現替我們作本。我們將來到他方世界作佛示現出生是跡。阿彌陀佛在西方極樂世界示現成佛是其跡而非其本。成佛雖示現之跡亦是一而三,三而一。「一成一切成,亦是非成非不成」,這兩句話的意思,我們想想前面所說的就能體會,說三身一成一切成是從事上講的,又說非成非不成是從理上講的。

「今僅十劫,則現在說法,時正未央」,「未央」是「未完」義。不但未說完,還早得很,阿彌陀佛有無量壽,如今只有十劫,來日方長,我們今天如生到西方,將來都是元老階級,所以大師在此地普勸三世眾生速求往生,同佛壽命,一生成辦。同時大師亦代表十方一切諸佛異口同音勸導我們。我們現在已經種下了成佛的種子,將來一定會去,當無疑問,但須特別小心,不可大意,萬一修不好,一失人身,將來何生何世再遇到佛法,難以逆料,縱然遇到,能否相信接受,亦無把握。

佛三轉法輪,示轉、勸轉、作證轉。下段經文是作證,在十劫中,無數聲聞菩薩及補處菩薩諸上善人無量無邊,證明十方三世往生人數不計其數。


文摘恭錄 佛說阿彌陀經要解講記
淨空法師講述

                    


Minggu, 01 November 2015

Penjelasan Amitabha Sutra 21



Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi
Bagian 21

Bait Sutra :


           yòu   shè     lì        fó       bǐ      fó       shòu   mìng          
                        弗。                               

jí        qí       rén     mín             wú     liàng  wú     biān  
                                               

 ā       sēng   qí       jié               gù      míng  ā        mí     
                                                     

tuó                       
                 

Lagi pula Sariputra, usia Buddha Amitabha dan penduduk Alam Sukhavati adalah asamkheyakalpa tak terhingga dan tanpa batas, maka itu namaNya juga disebut Buddha Amitayus (Buddha Usia Tanpa Batas).



Penjelasan :
Bait sutra ini menjelaskan tentang usia Buddha dan penduduk di Alam Sukhavati adalah tanpa batas, sehingga disebut sebagai Buddha Amitayus (Buddha Usia Tanpa Batas).

Mengapa penduduk Alam Sukhavati dapat menikmati usia tanpa batas? Setiap hari berada bersama Buddha Amitabha, Bodhisattva Avalokitesvara, Bodhisattva Mahasthamaprapta dan para Bodhisattva calon Buddha serta para suciwan yang berkebajikan tinggi, memperoleh bimbingan dari Mereka, meskipun terlahir pada tingkatan terendah serta membawa serta karma terlahir ke Alam Sukhavati, juga dapat mencapai Tiga Ketidakmunduran, dengan pemberkatan jasa kebajikan yang tak terhingga dari Buddha Amitabha, maka seluruh penduduk Alam Sukhavati menikmati usia tanpa batas.

Sewaktu menjalani pelatihan diri, Bhiksu Dharmakara mengikrarkan tekad bahwa kelak ketika dia mencapai KeBuddhaan, penduduk Alam Sukhavati seluruhnya menikmati usia tanpa batas. Kini dia telah mencapai KeBuddhaan dan tekadnya telah menjadi kenyataan, sungguh merupakan ikrar agung yang tiada taranya.

Bhiksu Dharmakara telah mengamati dan mempelajari alam para Buddha yang tak terhingga dan tanpa batas, dia menemukan bahwa ternyata usia para penghuni alam-alam tersebut ada yang berusia panjang dan ada yang berusia pendek, kalau begitu tentunya sulit untuk melatih diri dan mencapai hasil, barulah kemudian Bhiksu Dharmakara mengikrarkan tekad agung tersebut, dan kini dia telah berhasil mewujudkannya.  

 “Asamkheyakalpa”, “tak terhingga”, “tanpa batas”, semua ini adalah istilah dalam ilmu berhitung. Asamkheya dikalikan Asamkheya hasilnya adalah tak terhingga, tak terhingga dikalikan tak terhingga hasilnya adalah tanpa batas. Pada akhirnya adalah tak terbilang tak terbilang.

Maka itu apabila bisa terhitung keluar dalam bentuk angka, maka ini disebut sebagai masih terbatas. Ketika jodoh Buddha Amitabha dalam mengajari para makhluk telah usai, Beliau juga akan memasuki Parinirvana, kemudian Bodhisattva Avalokitesvara akan segera mencapai KeBuddhaan menjadi penerus, dan setelah Bodhisattva Avalokitesvara memasuki Parinirvana, maka Bodhisattva Mahasthamaprapta akan segera mencapai KeBuddhaan dan menjadi penerus, jadi di Alam Sukhavati takkan ada periode kekosongan tanpa Buddha.

Di Alam Sukhavati setiap insan memiliki usia tanpa batas sehingga semuanya pasti mencapai KeBuddhaan, jadi takkan ada periode kekosongan tanpa Buddha. Tidak seperti di alam saha ini, ketika Buddha Sakyamuni memasuki Parinirvana dalam usia 80 tahun maka harus menanti hingga kurun waktu yang begitu lama, kelak barulah Bodhisattva Maitreya turun ke dunia mencapai KeBuddhaan, harus menunggu 5,67 miliar tahun lagi.  

Selama periode kekosongan ini tanpa Buddha yang mendiami dunia ini. Dengan mengamati sedemikian maka Alam Sukhavati lebih sempurna. Di dalam sutra tercantum bahwa untuk mencapai KeBuddhaan diperlukan tiga Asamkheyakalpa besar, oleh karena melatih diri di alam ini ada maju mundurnya, majunya sedikit mundurnya banyak, maka itu sulit untuk berhasil.

Lain halnya dengan penduduk Alam Sukhavati, usianya tanpa batas juga tidak ada jodoh yang membuatnya mengalami kemunduran, hanya terus maju dan berkembang maka itu keberhasilan mudah diraih. Di dalam sutra disebutkan bahwa : “tempat para insan berkebajikan tinggi berkumpul berada bersama”. Maksud kata “para insan berkebajikan tinggi” adalah para Bodhisattva calon Buddha. Seluruh penduduk Alam Sukhavati, tak peduli yang terlahir pada tingkatan terendah sekalipun, namun semuanya memiliki segala keperluan yang serupa dengan Buddha Amitabha.

Melafal Amituofo adalah benih sebab, terlahir di Alam Sukhavati adalah buah akibat. Melafal sepatah Amituofo harus disertai didalamnya keyakinan dan tekad barulah bisa terjalin dengan Buddha Amitabha. Dengan terjalin barulah bisa menerima cahaya dan mukjizat dari Buddha Amitabha.

Saat menjelang ajal praktisi meninggalkan tubuh kasarnya dalam kondisi masih hidup, jadi bukanlah setelah menghembuskan nafas terakhir atau badan jasmani ini sudah mati barulah terlahir ke Alam Sukhavati. Detik-detik mendekati ajal, Buddha Amitabha akan datang menjemput, praktisi akan mengikuti Buddha dan terlahir ke Alam Sukhavati, ini adalah Pintu Dharma yang meraih keberhasilan dalam satu kehidupan saja, saya selalu berkata bahwa ini adalah Pintu Dharma tanpa kematian. Setelah sampai di Alam Sukhavati mencapai KeBuddhaan.

Setelah terlahir di Alam Sukhavati maka menyempurnakan kebijaksanaan dan kemampuan yang tak terhingga, mampu mengingat sanak keluarga dan sanak saudara pada kelahiran kelahiran yang lampau, menyelamatkan ayahbunda merupakan bakti terbesar, diri sendiri sudah terlahir di Alam Sukhavati, mendiang ayahbunda tak peduli ada di alam mana, kita juga mampu melihat di mana keberadaan mereka, juga merupakan kesempatan untuk mewujudkan bakti sempurna pada ayahbunda (yakni menyelamatkan ayahbunda ke Alam Sukhavati).

Tingkatan Bodhisattva yang tertinggi adalah Bodhisattva calon Buddha, Pintu Dharma ini adalah Pintu Dharma yang meraih keberhasilan dalam satu kelahiran, tak perlu menunggu hingga kelahiran kedua. Sedangkan Pintu Dharma lainnya, untuk mencapai KeBuddhaan diperlukan waktu selama tiga asamkheyakalpa besar, tidak tahu harus melewati berapa kali kelahiran dan kematian berputar dalam lingkaran tumimbal lahir.

Buddha Sakyamuni membabarkan bahwa tingkatan kesucian pertama dari Aliran Theravada yakni Srotapanna, masih harus terlahir kembali sebanyak tujuh kali antara Alam Dewa dan Alam Manusia, barulah dapat mencapai Arahat. Tetapi sampai di Alam Sukhavati langsung mencapai Bodhisattva calon Buddha dan kemudian menyempurnakan KeBuddhaan. Banyak para praktisi senior jaman dulu, tak peduli itu adalah Bhiksu-Bhiksuni atau Upasaka Upasika, setelah memahami Pintu Dharma ini, tiada yang tidak menfokuskan diri melatih dan menyebarluaskannya.

Dipetik dari : Buku Ceramah Master Chin Kung
Judul : Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi



佛說阿彌陀經要解講記
(二十一)

《經》又舍利弗。彼佛壽命。及其人民。無量無邊阿僧祇劫。故名阿彌陀。

《解》心性照而常寂,故為壽命。今徹證心性無量之體。故壽命無量也。法身壽命。無始無終。報身壽命。有始無終。此亦佛佛道同。皆可名無量壽。應身隨顯隨機。延促不等。法藏願王。有佛及人。壽命皆無量之願。今果成如願。別名無量壽也。阿僧祇。無邊。無量。皆算數名。實有量之無量。然三身不一不異。應身亦可即是無量之無量矣。及者。併也。人民指等覺以還。謂佛壽命。併其人民壽命。皆無量等也。

此段經文述說西方世界佛與人民之壽命甚長,均為無量,故稱阿彌陀。解文說:「心性照而常寂,故為壽命。今徹證心性無量之體,故壽命無量也。」此係由理論上說,西方人民為何有無量壽。禪家所講明心見性,「見」是「證」義。佛在大乘經上說,圓教初住菩薩即見性,已證得心性,而未究竟圓滿。以月為比,如月亮初見,稱為月牙。菩薩見性是一分一分見的,不是一下圓滿。阿彌陀佛是徹證,究竟圓滿的證。實在說分證亦是無量壽,何況圓滿。佛徹證無問題,凡夫與十惡眾生往生,業未消,如何證心性之體?在淨土三經中亦能明其狀況,因西方世界環境殊勝,完全無障礙。天天與阿彌陀佛觀音勢至等覺菩薩諸上善人聚會一處,受其薰陶,縱然下下品帶業往生即圓證三不退,此佛的無量功德加持,均為無量壽。法身是心性的本體,實在說不上壽命,無始無終。報身壽命有始無終,可以說每尊佛均是無量壽。今天所講的阿彌陀佛是應身佛,應身佛的壽命是隨願,依其在因地中所發的願,同時也隨機,他度化眾生之機緣,壽命長短不等。阿彌陀佛在因地上發的願與其他諸佛不同,他發的願是他將來成佛之後,他的國土人民均為無量壽。現在他成佛了,在果報上也實現了,此乃無比的大願,一般人想不到。他在因地上參觀考察了無量無邊諸佛剎土,見到壽命有長短,修行有難易,他才發這個大願,在一般修行過程中很不容易有這些念頭,果地上真兌現了。

「阿僧祇」、「無量」、「無邊」,皆算數上的名詞。在華嚴經上善財童子五十三參,參訪自在主童子,他是一位大科學家,也是一位數學家。他向善財說了數字,由基本數字個十百千萬算起,一共有一五六個單位,非用十進位法,而是倍倍相乘。阿僧祇是最後十個單位之第一位,阿僧祇乘阿僧祇是一個無量,無量乘無量是一個無邊。最後一個是不可說不可說。既然有算的方法,當然可以算出數字,能算出來,仍然有量,此指應身而言,而非法身報身。阿彌陀佛最後化緣盡時,也入般涅槃,將來由觀世音菩薩繼續成佛以繼其位,觀音滅後由大勢至繼位,佛佛繼承不斷。在如此漫長壽命中沒有一人不是圓滿成佛,達到真正的無量壽。西方世界確實與其他世界不同。其他世界均有佛前佛後,時間很長,如釋迦佛在世僅八十年,將來彌勒降生,要等五十六億七千萬年。在此期間無佛住世。由此觀察,西方世界就殊勝了。佛在大經中說成佛需三大阿僧祇劫,因為在此世界修行有退轉,進進退退,進少退多,故難成就,西方人壽長又無退緣,進展就非常快速。經上說:「諸上善人,聚會一處。」「諸上善人」皆是等覺菩薩,他們都是到西方後,在十劫之內修行成佛,佛在其他經典中無如此說。

「三身不一不異,應身亦可即是無量之無量矣」。這幾句話說的非常好,打破了我們在感情上的執著,他說的全是事實,亦如前面所說,我們看到西方極樂世界在十劫之中往生者皆能證得等覺位,即真正的無量,而不是有量的無量,說明我們到西方是有量的無量,而不多久即證得真正的無量之無量。西方世界確是平等世界,等覺以下乃至下下品往生者一切受用均與阿彌陀佛相同。

《解》當知光壽名號。皆本眾生建立。以生佛平等。能令持名者。光明壽命。同佛無異也。復次由無量光義故。眾生生極樂。即生十方。見阿彌陀佛。即見十方諸佛。能自度。即普利一切。由無量壽義故。極樂人民。即是一生補處。皆定此生成佛。不至異生。當知離卻現前一念無量光壽之心。何處有阿彌陀佛名號。而離卻阿彌陀佛名號。何由徹證現前一念無量光壽之心。願深思之。顯深思之。

下面三段的開示是大師的真知灼見,如果不是真有見地到這個境界,這幾句話說不出來。光明壽命所有名相術語均為教化眾生方便而建立的假名,雖是假名,而是恰合實際的情況。「生佛平等」,在此世界,理上平等,事上不平等,而在西方世界,事理均平等,故能令持名者,光明壽命同佛無異。我們現在還未到西方,一稱名號,即與佛相應,念佛是造因,生西是果報。念佛人在這一句佛號中必須有真信切願以持名才能相應。相應即可以接受佛的光壽感應。往生時是活著時候去的,不是死了才往生。見佛來接,隨佛而去,這是一生成就的法門,我常說這是不死的法門。到西方後一生成佛,就是在此一生成佛。

生到西方世界即等於生到十方一切諸佛剎土,見到阿彌陀佛即等於見到十方一切諸佛。這個事實,佛在其他經典未曾說過。「能自度,即普利一切」,「自度」即念佛往生。生到西方之後,具足無量智慧德能,能記得生生世世的家親眷屬,超度父母乃世間大孝,自己往生,過世父母無論在那一道,都能見到,亦是對父母盡孝的好機緣。

菩薩最高的果位是一生補處,此法門是當生成就的法門,不需要第二生。其他法門成佛須三大阿僧祇劫,不知需要經過多少生死輪迴。佛說小乘初果須天上人間七次往返才能證到阿羅漢。到達西方之後一生證得等覺與妙覺。許多古大德在家出家,宗門教下,當其明白此法門之後無不專修專弘。

最後一段開示是結歸到心性,叫我們多多想想阿彌陀佛徹證無量光壽的真心本性,起了個名字叫「阿彌陀佛」。「阿彌陀佛」就是真如本性無量光壽的名稱,所以說離了真如本性,名號就不存在,無量壽佛、無量光佛、阿彌陀佛都是真如本性的名號,名必有實,有一個實體在,離了心性就沒有名號,離了名號怎麼能徹證無量光壽的真如本性?此說明名實是一體,名是心性之名,心性是名之心性,是一不是二,這才是真正明白為什麼要念佛。雖然他有無量光壽,我們得不到受用。念一聲,真如本性無量光壽,如閃光一次,念一聲就透出來一次,念兩聲就閃兩次,不念,光就沒有了。所以古大德叫我們「淨念相繼」,必與阿彌陀佛感應道交。蕅益大師一再勸勉,叫我們深思之,深思之。


文摘恭錄 佛說阿彌陀經要解講記
淨空法師講述

                    


Penjelasan Amitabha Sutra 20



Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi
Bagian 20

Bait Sutra :

shè     lì        fó       bǐ      fó    guāng     míng  wú   
            弗。                               

liàng           zhào   shí      fāng   guó    wú    suǒ     zhàng
                              國,                    

ài     shì        gù      hào    wéi      ā        mí      tuó                       
礙,是                                                  

Sariputra, oleh karena Buddha itu memancarkan cahaya tanpa batas, menyinari negeri para Buddha di sepuluh penjuru tanpa halangan, maka itu mengapa Beliau bergelar Buddha Amitabha.



Penjelasan :
Cahaya adalah kebijaksanaan, yang juga merupakan kebijaksanaan tanpa batas yang memang sudah ada sejak semula pada jiwa sejati. Setelah rintangan karma lenyap semuanya, maka jiwa sejati (Jiwa KeBuddhaan) akan muncul. Cahaya di puncak kepala Buddha akan menyinari hingga ke seluruh semesta alam, memiliki kemampuan untuk memberkati dan menuntun, dapat membantu kita mengeliminasi rintangan karma, mengembangkan kebijaksanaan. Dan tentunya kita harus terjalin dengan Buddha barulah memperoleh manfaat ini, sebaliknya bila tidak terjalin, meskipun cahaya Buddha menyinari keseluruhannya, tetapi oleh karena kita mempunyai hambatan, sehingga menolakNya, sehingga kita tidak bisa menikmati pemberkatan dari Buddha Amitabha. Menfokuskan pikiran melafal Amituofo, rintangan karma pasti kian hari kian berkurang, kebijaksanaan kian hari kian berkembang, hati makin suci, inilah bentuk dari saling terjalin.

Cahaya Buddha menyinari memenuhi sepuluh penjuru, tetapi mengapa kita tidak merasakannya, persoalan ini bukan ada pada Buddha tetapi ada pada diri kita, salah satunya adalah karena tidak memiliki keyakinan sebagai halangan utama. Terhadap fakta malah timbul keraguan, Buddha Sakyamuni sendiri yang langsung memperkenalkannya, kita malah tidak percaya pada ucapan Suciwan besar. Andaikata dapat membangkitkan keyakinan tanpa keraguan, melafal Amituofo dengan setulusnya sehingga dapat terjalin dengan Buddha Amitabha maka kekuatan Buddha akan memberkati juga dapat tersentuh oleh cahayaNya.

Seluruh Buddha juga adalah cahaya tanpa batas dan usia tanpa batas, hanya saja ketika masih melatih diri, tekad yang diikrarkan masing-masing berbeda-beda, maka itu setelah mencapai KeBuddhaan, meskipun kebijaksanaan dan kemampuan seluruh Buddha itu adalah sama, tetapi jodoh menyelamatkan para makhluk adalah tidak serupa. Tekad yang diikrarkan Buddha Amitabha melampaui tekad para Buddha lainnya dari sisi menyelamatkan para makhluk.

Nama para Buddha adalah menuruti sebab dan kondisi sehingga berbeda-beda. Contohnya di sekolah, guru yang mengajar bahasa disebut guru bahasa, guru yang mengajar matematika disebut guru matematika. Oleh karena itu, para Buddha dan Bodhisattva yang memiliki nama serupa adalah tak terhingga dan tanpa batas. 

Sewaktu melatih diri Buddha Amitabha pernah mengikrarkan tekad cahayaNya menyinari memenuhi sepuluh penjuru alam, usia tanpa batas, kini setelah mencapai KeBuddhaan, 48 tekadNya terwujud dengan sempurna.

Buddha menasehati kita agar melatih diri tujuannya tak lain adalah untuk mengembalikan seluruh kemampuan yang ada di dalam jiwa sejati kita sendiri, jadi bukan untuk tujuan lainnya, juga tidak mungkin ada sesuatu yang dapat diberikan kepada kita.  

Buddha menyelamatkan makhluk adalah tergantung pada jodoh, bagaimana yang dimaksud dengan jodoh masak? Yaitu bila seseorang telah menyadari bahwa kehidupan manusia diliputi penderitaan dan tidak kekal, sehingga ingin selekasnya dapat keluar dari Triloka, niat pikiran ini dapat dilihat oleh para Buddha, Buddha yang berjodoh dengan praktisi ini akan menjelma datang menyelamatkannya. Jika makhluk yang berjodoh denganNya itu jumlahnya banyak, sehingga harus menetap dan mengajar untuk jangka panjang, maka Buddha akan muncul dengan tubuh Nirmana-kaya.

Setelah mencapai KeBuddhaan, masing-masing Buddha mempunyai wilayah pengajaran masing-masing, yang disebut sebagai tiga ribu maha ribu dunia, ada Buddha yang tekadnya besar sehingga jangkauan wilayah pengajaranNya meliputi beberapa maha ribu dunia, asalkan bertekad pasti bisa terlaksana.  

Hanya satu-satunya, tekad yang diikrarkan Buddha Amitabha adalah tidak sama, sewaktu masih melatih diri, Bhiksu Dharmakara (Buddha Amitabha) melihat 21 miliar alam para Buddha, angka 21 melambangkan kesempurnaan, jadi bukan jumlah sebenarnya. Contohnya Amitabha Sutra menggunakan angka 7, Avatamsaka Sutra menggunakan angka 10, ini hanyalah lambang saja. Dapat dilihat bahwa jodoh yang dijalin Bhiksu Dharmakara dengan para makhluk adalah seluruh semesta alam, begitu mendalam dan luasnya.  

Guru Bhiksu Dharmakara adalah Buddha Lokesvararaja, membabarkan Dharma pada Bhiksu Dharmakara, menjelaskan kewibawaan, baik buruk, sebab akibat dari alam para Buddha di sepuluh penjuru. Lagi pula dengan kekuatan gaib Buddha, sehingga sepuluh penjuru alam Buddha dapat dilihat langsung secara menyeluruh oleh Bhiksu Dharmakara.  Setelah Bhiksu Dharmakara menjadi Buddha, seluruh alam para Buddha merupakan wilayah pengajaranNya. Maka itu semua Buddha di sepuluh penjuru alam menasehati para makhluk agar membangkitkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Cahaya Buddha merupakan sinar yang paling sempurna, dimana tempat yang tak terjangkau oleh segala sinar, namun cahaya Buddha mampu meneranginya, maka itu disebut sebagai tanpa rintangan. Para makhluk memiliki jodoh yang mendalam dengan Buddha, dalam satu kehidupan ini mampu diselamatkan olehNya. Bagi yang berjodoh memperdalam jodohnya, bagi yang belum berjodoh maka menjalin jodoh dengannya, tiba-tiba mendengar sepatah Amituofo maka jodoh ini sudah terjalin.

Hari ini kita beruntung bisa bertemu Buddha Dharma, berjodoh dengan Buddha, jika ingin berhasil pada kehidupan ini juga, maka harus lebih giat dan tekun membangkitkan keyakinan dan tekad melafal Amituofo. Sebagian orang tidak dapat melihat cahaya Buddha, juga tidak bisa memahami jasa kebajikan Buddha yang sesungguhnya, ini dikarenakan rintangan karma diri sendiri yang terlampau berat, untuk mengeliminasi karma ini banyak caranya, berbagai Pintu Dharma yang disebutkan dalam sutra Mahayana dan cara melatihnya, tak lain adalah membantu kita mengeliminasi rintangan karma.

Cara yang paling efektif adalah melafal Amituofo. Pada masa pemerintahan Kaisar Qianlong (1711-1799, kaisar ke-6 Dinasti Qing) Master Ciyun Guanding, karma manusia begitu beratnya, semua sutra pertobatan tidak bisa mengeliminasinya, akhirnya dengan mengandalkan sepatah Amituofo, dapat melenyapkannya.  

Hari ini jikalau kita ingin menghapus rintangan karma, memutuskan kekotoran batin, melenyapkan karma buruk, tidak perlu menggunakan sutra atau mantra lainnya, cukup melafal Amituofo saja sudah cukup. Bodhisattva Mahasthamaprapta mengajari kita “mengendalikan enam landasan indriya, dengan pikiran suci melafal Amituofo berkesinambungan”,  dengan mengamalkan pelaksanaan ini maka akan memperoleh hasilnya. Asalkan mampu mengamalkan “dengan pikiran suci melafal Amituofo berkesinambungan”, maka dengan sendirinya enam landasan indriya (mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan pikiran) akan dapat dikendalikan.

Dipetik dari : Buku Ceramah Master Chin Kung
Judul : Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi



佛說阿彌陀經要解講記
(二十)

《經》舍利弗。彼佛光明無量。照十方國。無所障礙。是故號為阿彌陀。

下面兩段經文,從一切無量中提出兩個綱領,一為光,一為壽。光明是智慧,也是自性本來具足無量智慧,佛的一切業障都消除乾淨,所以性德圓滿的透露,在相上即光明遍照,盡虛空遍法界無所不照,他有攝受加持的功能,能幫我們清除業障,啟發智慧。但我們要有始覺,才能得到佛的加持,假如不具備相應,佛光雖遍照,我們有障礙,拒絕他,排斥他,我們就享受不到佛的加持功能。一心稱念,業障必定天天消除,智慧日日增長,心地清淨,這是相應的樣子。

《解》心性寂而常照。故為光明。今徹證心性無量之體。故光明無量也。諸佛皆徹性體。皆照十方。皆可名無量光。而因中願力不同。隨因緣立別名。彌陀為法藏比丘。發四十八願。有光明恆照十方之願。今果成如願也。法身光明無分際。報身光明稱真性。此則佛佛道同。應身光明。有照一由旬者。十百千由旬者。一世界。十百千世界者。唯阿彌普照。故別名無量光。然三身不一不異。為令眾生得四益。故作此分別耳。當知無障礙。約人民言。由眾生與佛緣深。故佛光到處。一切世間。無不圓見也。

心性本來是寂靜,寂是定,靜是清淨之義,其作用是照,指本性而言,一切諸佛如來皆達到究竟圓滿的寂靜。等覺菩薩尚有一品生相無明未破,破此一品無明後即謂之寂靜,寂靜是如來果地上的境界,也分上中下三品,上品乃真清淨是佛的境界,一塵不染,中品是等覺菩薩,還有一品無明,下品即法雲地菩薩,尚有兩品無明。上品完全清淨,其光明是圓滿遍照,徹證心性無量之體。就仁王經五忍位菩薩講,是上品寂滅忍,所起的大用即光明無量遍照十方。佛的光明既然遍照十方,我何以未有感觸,此問題不在佛,而在自己,其中以不信為最大障礙。對事實真相完全迷惑,大聖大賢介紹的又不接受。如果深信不疑,老實念佛即能相應,佛力加持亦可接觸到。

一切諸佛皆無量光無量壽,在因地上每人學佛願力不同,目的何在,將來希望得到什麼,亦每人不同。在果地上雖然智慧德能全同,而度眾生的緣不一樣。一切諸佛在因地上修行,佛在大小乘經上說過許多,若作個比較,阿彌陀佛在因地上發的願確與眾不同,不但大而且具體。不但要成佛而且希望超過諸佛。他之所謂超過不是智慧德能而是在度生方面。「隨因緣立別名」,諸佛的名號亦隨因緣而有差別。如在學校教國文的稱之為國文老師,教數學的稱之為數學老師。因此同名同號之佛菩薩無量無邊。彌陀在因地發願時,曾發光明遍照、壽命無量之願,如今成佛,故四十八願皆圓滿。「法身光明無分際,報身光明稱真性」,此二者佛佛道同。「法身」即真心本性,一切法的理體,其智慧光明本來具足無量無邊,並無分別與邊際。「報身」是自受用身,無量壽無量光,佛佛道同。佛叫我們修行證果無非是恢復自己性德本具的受用而已,並無其他,也不可能有什麼給我們。「應化身」是他受用身,一切佛各不相同。差別大小懸殊,此完全是緣,而非諸佛能力有大小。例如一位學位智慧圓滿者在大學授課,稱為大學教授,而他若教小學,即稱小學教員。佛度眾生在緣,何謂緣熟?某人看透人生苦空無常,急想離開三界,有此真切意念,諸佛皆能見到,與此君有緣之佛必以化身前來救度。如人數甚多,須長時教化,佛以應身前來教化。成佛之後,一尊佛有一個教化範圍,稱為一個三千大千世界,有的願大,推至多數大千世界,只要發願,均能辦到。惟獨阿彌陀佛所發之願不同,他在因地中曾經攝受二百一十億諸佛國土,此二十一是密宗表法的名稱,不是數字,乃圓滿義,如彌陀經用七,華嚴用十,均是表法。密宗通常用十六與二十一。可見法藏比丘在因中與眾生結的緣,乃盡虛空遍法界,深廣如此,其師世間自在王如來,給他講經說法,將十方諸佛剎土依正莊嚴善惡因果都與他說。而且以佛神力,使十方世界剎土變現給法藏比丘親眼見到。他成佛之後,所有一切剎土皆是他的教區。所以十方世界一切諸佛都勸眾生求生淨土。

三身,法、報、應,是一體的,一而三,三而一,法身是本體,報身是自受用,應化身是他受用。前已詳言之。「令眾生得四益」,此「四益」即前面四悉檀之益,歡喜、生善、破惡、入理四種。現代科技進步,使我們知道光有許多種,稱之為光度,眼睛能見的度數有限,光度長見不到,光度短也見不到,佛光是圓滿的,在任何光度均能達到,故稱無障礙。眾生與佛緣深,在一生中即能得度,其緣淺者,助其加深,無緣者與其結緣,偶爾聽到一聲「阿彌陀佛」,就結上緣了。我們今生幸遇佛法,與佛有緣,而且似有相當深度,已否成熟,尚不敢說,如欲此生成就,應努力加強信願持名。一般人之所以不能見到佛光,亦不能體會佛的真實功德,皆因自己業障深重,不能體會。消除業障方法很多,大乘經典內所說的種種法門與修持,無非助我們消除業障。最有效的方法莫過於念佛。乾隆年間慈雲灌頂法師,著作等身,在觀經直指書中說,世人業重,所有經懺不能消除者,最後憑一句佛號,能夠消除。我們今天若想消業障,斷煩惱,滅罪業,不必求其他經咒,念阿彌陀佛就夠了。大勢至菩薩教我們「都攝六根,淨念相繼」,依之而行即能收效。只要作到淨念相繼,自然六根就都攝受了。


文摘恭錄 佛說阿彌陀經要解講記
淨空法師講述